Sabtu, 30 Mei 2015

FAMILY DAY


aku tak tahu kapan ini mulai,, atau kapan ini semuanya berjalan,, tapi Tuhan membuat keluarga ini,, sebagaimana Tuhan berkehendak,, Dia telah membimbingku,, mencintaiku,,memaafkanku,, tapi lihat keluargaku,, aku senang,, terima kasih Tuhansource : http://www.puisipendek.net/untuk-keluargaku.html
UNTUK KELUARGAKU


aku tak tahu kapan ini mulai,, atau kapan ini semuanya berjalan,, tapi Tuhan membuat keluarga ini,, sebagaimana Tuhan berkehendak,, Dia telah membimbingku,, mencintaiku,,memaafkanku,, tapi lihat keluargaku,, aku senang,, terima kasih Tuhansource : http://www.puisipendek.net/untuk-keluargaku.html
AKU TAK TAHU KAPAN INI DIMULAI,,
ATAU KAPAN INI SEMUANYA BERJALAN,,
TAPI TUHAN MEMBUAT KELUARGA INI,,
SEBAGAIMANA TUHAN BERKEHENDAK,,

DIA TELAH MEMBIMBINGKU,,
MENCINTAIKU,, MEMAAFKANKU,,
TAPI LIHAT KELUARGAKU,,
AKU SENANG, TERIMA KASIH TUHAN...



Selasa, 26 Mei 2015

Untukmu, Mantan Sahabatku...

Untukmu, Mantan Sahabatku...

 

Halo, kamu yang pernah mewarnai hari-hariku dengan canda yang hanya bisa dimengerti kita berdua. Bagaimana kabarmu, cukup baikkah walau kamu tak lagi pernah menegurku atau sebaliknya?

Memang telah lama kita tak bersua. Kita berpisah jalan dan mencari sahabat pengganti. Surat terbuka yang akan kutulis ini bukan karena aku masih menyimpan kenangan dan mencoba mengungkit masalah yang telah lalu. Aku menuliskannya kembali hanya untuk menyapa, caraku melatih legawa dan berbesar hati. Bagaimanapun, kita pernah dekat bersama, dan dari situ aku mendapat banyak pelajaran berharga.


Walau penampilan luar kita berbeda, isi kepala kita serupa. Aku tak pernah menemukan teman lain yang bisa membuatku begitu terbuka


Persahabatan kita memang hanya berawal dari teman satu kelas. Dari mulai perbincangan seadanya yang tak jauh-jauh dari mata kuliah serta kerapnya menyelesaikan tugas bersama, kita nyaman bersama. Tak pernah aku “menargetkan” ingin jadi dekat denganmu, atau yang semacamnya.

Kamu merupakan tipe gadis yang sangat gemulai dan pandai merias diri. Kamu tak pernah lupa selalu tampil mempesona dan mengikuti gaya berbusana masa kini. Warna pakaianmu juga didominasi warna-warna feminin dengan bentuk yang manis dan lucu. Tak lupa gincu, bedak, dan kawan-kawannya selalu memiliki porsi penting bagi harimu.

Berbeda halnya denganku. Aku cuek dan hanya berpikiran simple style setiap hari. Bahkan, warna kaosku juga itu-itu saja, tak jauh dari warna karakterku pink, biru, kuning dan merah. Boro-boro menaburkan bedak wajah, berlipstik saja aku hampir tidak pernah.

Perbedaan penampilan kita memang besar, jadi siapa yang menyangka bahwa isi kepala kita hampir sama? Apapun bahan obrolannya, aku dan kamu mampu menciptakan alur yang sempurna hingga kita tak pernah mati bosan karena kehabisan bahan. Baru kusadari, dari situlah persahabatan kita berawal.

 

Perbincangan kita pun tak ada habisnya. Kita selalu berbagi cerita di sela kuliah dan waktu senggang lainnya

 

Saat bersamamu, aku selalu merasa nyaman. Kita sering bermain bersama di kamar kost ku dan terkadang pun kita nonton bioskop berdua saja. Obrolan kita juga terasa tidak ada ujungnya, selalu saja ada topik baru yang akan kita perbincangkan. Mulai hanya sekedar pelajaran, menggunjingkan dosen hingga para manusia yang mondar-mandir di layar kaca, akhirnya kita menyadari bahwa kita memiliki selera musik dan tontonan yang sama. Ah, tahukah kamu? Rasa-rasanya aku menemukan kembali saudara perempuanku yang hilang.

Kita selalu bisa menertawakan apa saja. Dari kelas, koridor, kantin kampus, hingga kamar kos adalah saksi bagaimana kita menertawakan dunia. Bagaimana sudut pandang kita selalu seragam dan hampir sama. Bagaimana kita selalu merasa gembira dan sesekali jumawa, merasa bahwa kita memiliki sahabat sempurna dan terbaik di dunia.

Bahkan aku tak pernah lupa, saat kita sedang berada keramaian dan menemukan hal yang lucu. Kita hanya cukup saling melemparkan pandangan kemudian kita akan mulai tertawa bersama. Tidak ada sepatah kata yang terucap, namun aku paham maksudmu dan kamu juga mampu membaca pikiranku.

Kita memang hampir tak pernah bertengkar, tapi sekali kita bertengkar, persahabatan kita tak pernah sama seperti awal mula. Ya, kita keliru. Di dunia ini memang tak ada yang sempurna, begitu pula persahabatan yang kita pikir akan bertahan hingga kita tua. Ternyata hari-hari yang kita lalui bersama hanya bertahan sekejap saja.



Hingga suatu hari, saat kamu dan aku sudah berbeda kelas dan jam perkuliahan karena aku ambil mata kuliah ke atas sedangkan kamu masih mengejar perkuliahan yang tertinggal akhirnya kau pun pilih meninggalkanku, tak mempedulikan kawanmu satu ini lagi..

 


Aku sudah lupa tanggal dan bulan ketika kita memutuskan untuk tak lagi menjadi sahabat dekat. Saat itu kamu sedang diserang melankolia karena jalinan asmara dengan kekasihmu sedang tidak baik. Dikarenakan orangtuamu tidak menyetujui hubunganmu dengan kekasihmu yang notabene akulah yang memperkenalkannya padamu. Aku cukup sedih ketika mendengan bahwa orangtuamu mengatakan bahwa aku justru malah membuat pengaruh buruk padamu. Aku pikir justru aku tidak pernah memberikan masukan ataupun pengaruh buruh kepada siapapun yang menjadi temanku termasuk sahabatku sendiri. Ku pikir kau akan dewasa menanggapi hubungan retak kita ini. Namun, sosokmu justru semakin hilang dari pandanganku. Hingga suatu saat kudengar bahwa kau akan menjalani tingkat hubungan yang lebih serius lagi dengan orang yang pernah kukenalkan padamu. Aku tidak tahu harus merasa sedih atau senang. Disatu sisi aku senang ketika mendengarkan kamu sedang berbahagia dengan kekasihmu tapi di sisi lain aku sungguh sangat sedih bercampur kecewa karena persahabatan kita yang sudah (mungkin) berakhir. 

Sering kali kucoba untuk menjalin hubungan baik lagi denganmu dengan mengajakmu hangout bareng dan mengenang masa-masa persahabatan kita dahulu kala masih semester 3 masa kuliah dulu. Kau mengaku sedang dilanda kesibukan. Hingga petang pun tetap tak kutemui kata-kata untuk mengajakku kembali. Tiba-tiba teringat dengan waktu aku menantimu di salah satu Plaza di kota Medan ini selalu tidak sesuai dengan jadwal yang sudah kita sepakati bersama. Yah, aku lebih sering sabar menantimu berjam-jam lebih untuk bisa berjalan bersamamu. Dan lagi-lagi aku berusaha memakluminya. Kini, aku merindukan masa-masa waktu ngaretmu itu yang memang endingnya kita akhiri dengan tawa bahagia karena sudah bercerita dan menikmati waktu kebersamaan kita. Yah, hal itu tidak pernah ada lagi ketika peristiwa yang telah membuat hubungan kita renggang.

Sampai pada saat aku wisuda pun wajahmu tak pernah terlihatku lagi. Aku tidak tahu kenapa, tapi sejujurnya aku sangat ingin kamu bisa hadir di acara wisudaku dan berfoto bersamaku. Setelah sekian lama, kucoba mencari tahu tentang dirimu dari teman-teman kita yang lain. Aku selalu berusaha ingin mengetahui perkembangan kabarmu disana. Sampai pada tahun 2014 pun aku masih mencoba mencari tahu kabarmu, menghubungi via FB Chat tapi kamu sering mengabaikannya. Memang kudengar dari teman-teman bahwa dirimu sampai saat ini pun belum wisuda karena sering absen dan terlambat. Yah, masih sangat kuingat kebiasaamu yang selalu aku cereweti sampai kupingmu pun mungkin terasa panas karena bosan, tapi yakinlah itu semua kulakukan karena aku sangat menyayangimu lebih dari teman biasaku. Ya, sampai saat inipun aku masih merasakan memori-memori persahabatan kita. Apakah karena kamu malu denganku, sehingga dirimu tidak mau merespon pesanku juga invite-an PIN BBM ku? 

Tapi tidak apa, yang pasti aku senang ketika kuperhatikan dari jauh kau tetap ceria seperti biasanya. Dan sekarang, kau dan aku sudah memilih menghabiskan waktu dengan teman-teman yang lain daripada ada di sampingku.

.
Mungkin sebenarnya hanya akulah yang menganggapmu teman dekat, sedangkan kamu tidak.

Tidak ada penyesalan dan dendam di sana, aku bahkan berterimakasih pada Tuhan karena telah membuka mataku akan arti sahabat yang sesungguhnya


Aku memang memaafkanmu hari itu, namun kemudian hubungan kita tak pernah sama lagi setelahnya. Kamupun tidak pernah ada niat untuk berusaha memperbaiki hubungan. Di saat aku diam karena masih merasa sakit, kaupun hanya berpasrah dan tidak ada keinginan untuk membuat hubungan kita kembali sempurna. Di hari itu aku memahami bahwa persahabatan kita memang sudah berbeda jalan. Mungkin definisi dari sahabat menurut pemahaman kita sangat jauh berbeda.

Aku memang bukan tipe seseorang yang bisa dengan mudah melupakan atau bahkan meninggalkan begitu saja sahabat yang pernah mengisi hari-hariku. Oleh karena itu, kita memang tetap berkawan setelah hari itu, namun tentu saja hubungan kita tak pernah sedekat sebelumnya. Mungkin dulu aku menyematkan sahabat padamu, namun sekarang sekadar kawan saja kurasa sudah cukup.

Terima kasih untukmu, yang telah membuatku mengerti apa arti sahabat yang sebenarnya.

Dariku,
yang dulu pernah menganggapmu sahabat terbaikku

Minggu, 29 Maret 2015

Jangan pernah sakiti WANITA

Jangan pernah sakiti WANITA

 

Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan. Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita. Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan. Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan. “Tuhan, mengapa sih wanita sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya,” keluh pria itu. Jawab Tuhan kepadanya: “Karena wanita itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa. KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak. KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman. KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia. KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah. KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi. KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian. KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian. KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia. KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan. Tapi jika suatu saat ia menangis. Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.” Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. “Aku akan membantumu menghapus luka batin itu…”

Jadi, jangan pernah menyakiti wanita.


Selasa, 17 Februari 2015

FOR YOU, MY BEST FRIENDS

 FOR YOU, MY BEST FRIENDS

 




Andai waktu bisa di ulang
aku ga akan rela sedikitpun membiarkan waktu brgulir tanpa kalian
semua yg dulu indah

Akankah bisa terulang kembali????
kebersamaan yang dulu aku rasa sekarang terasa semakin pudar
menjauh bahkan menghilang

Aku kangen kalian
kalian yang dulu
kalian yang selalu membawa kebahagiaan serta senyuman

Berbagi bersama tentang semua rasa
tak ada sedikitpun beban yang ku rasa ketika aku bersama kalian
semua terasa mudah dan ringan
karna kalian...

Makasih udah menjadi harta yang paling berharga
yang pernah aku miliki
makasih udah nemenin aku selama ini

Walau kini semua harus di pisahkan oleh waktu
semoga aku tetap menjadi sahabat kalian
semoga ini bukan akhir dari persahabatan yang telah kita bina

1 hal yang harus kalian tau
sampai kapanpun dan bagaimanapun kalian akan tetap menjadi SAHABAT untuk ku
Dan ga akan ada 1 orang pun yang dapat menggantikan kalian
Dan merubah itu semua
aku kangeeen banget sama kalian semua ;'(








Just For You, My Best Friends

Jumat, 06 Februari 2015

"All of Me" - john Legend




All Of Me - John Legend | Terjemahan Lirik Lagu Barat

What would I do without your smart mouth
Apa yang kan kulakukan tanpa mulut pintarmu

Drawing me in, and you kicking me out
Menghelaku, dan kau menendangku

Got my head spinning, no kidding
Kau buat aku pening, sungguh

I can't pin you down
Aku tak bisa membuatmu diam

What's going on in that beautiful mind
Apa yang terjadi di dalam pikiran yang indah itu

I'm on your magical mystery ride
Aku ada di dalam kendaraan misterimu yang ajaib

And I'm so dizzy 
Aku sungguh pusing 

Don't know what hit me
Tak tahu yang mengenaiku 

But I'll be alright
Tapi aku kan baik-baik saja


II
My head's underwater
Kepalaku di dalam air

But I'm breathing fine
Tapi aku bisa bernafas tanpa kesulitan

You're crazy and I'm out of my mind
Kau gila dan aku tak waras


III
Cause all of me
Karena sepenuh diriku

Loves all of you
Mencintai sepenuh dirimu

Love your curves and all your edges
Kucinta lengkungan dan semua tepimu

All your perfect imperfections
Semua ketaksempurnaanmu yang sempurna

Give your all to me
Berikanlah sepenuh dirimu padaku

I'll give my all to you
Kan kuberikan sepenuh diriku padamu

You're my end and my beginning
Kaulah akhir dan awalku

Even when I lose I'm winning
Meski saat kalah pun aku menang

Cause I give you all of me
Karena kuberikan sepenuh diriku padamu

And you give me all of you, oh
Dan kau berikan sepenuh dirimu padaku


How many times do I have to tell you
Berapa kali harus kukatakan padamu

Even when you're crying you're beautiful too
Meskipun saat menangis kau tetaplah cantik

The world is beating you down 
Dunia ini mengecilkan hatimu

I'm around through every mood
Aku kan selalu ada 

You're my downfall, you're my muse
Kaulah kehancuranku, kaulah lamunanku

My worst distraction, my rhythm and blues
Gangguan terburukku, ritme dan bluesku

I can't stop singing, 
Aku tak bisa berhenti bernyanyi, 

It's ringing in my head for you
Selalu terngiang senandung di kepalaku untukmu


Back to II, III

Cards on the table, we're both showing hearts
Kartu di meja, kita berdua kan tunjukkan gambar hati

Risking it all, though it's hard
Pertaruhkan segalanya, meski berat terasa


Back to III

I give you all of me
Kuberi kau sepenuh diriku

And you give me all, all of you, oh
Dan kau beri aku sepenu dirimu, sepenuh dirimu, oh


Kamis, 29 Januari 2015

Providensia Masa Gitu..



Verse
Tuhan membelah laut
Bagi umatNya
Menghalau musuh dari mata mereka

Allah yang sama itu
Akan menolong kita
Yang hidup oleh iman dan firmanNya

Chorus
Bersama Yesus s'galanya mungkin
Bersama Yesus tak ada yang mustahil
Bersama Yesus kita kan dapat

Melihat dan mengalami mukjizat
Ending
Melihat dan mengalami (3x)
Mujizat

Selasa, 27 Januari 2015

Wanita Bijak

Pernikahan yang paling berbahagia bukanlah karena pasangan yang mereka nikahi, menarik secara fisik, tapi karena ketaatan hidupnya menjalankan perintah Allah tentang cara memelihara istrinya, yang hatinya lembut, yang berjalan dalam kepekaan rohani. Jika seorang ingin memilih pria sebagai iman dan kepala keluarga, tentu harus memilih dengan kriteria seperti ini, yaitu taat kepada Tuhan. Kencan untuk penginjilan harus jadi ladang yang kita hindari, karena kita akan menemukan terlalu banyak ilalang disana yang akan menyebabkan anda terjerembab dan mencekik anda. Pria yang belum taat di dalam Tuhan hanya akan menarik dari luarnya saja. Mereka menyukai wanita yang taat dalam Tuhan, karena mereka tahu, moral anda tidak perlu diragukan lagi, mereka mencari wanita yang terpelihara dengan baik.
Syarat untuk menjadi wanita bijak ditentukan oleh ayat 30“kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji”. Ternyata kunci menjadi wanita bijak adalah takut akan Tuhan. Ketaatan pada Tuhan akan memberiinner beauty bagi para wanita. Dalam Amsal 31 ini, kita menemukan beberapa kriteria dan seorang wanita yang bijak.
 Memahami hati suami (11-13)
Dalam ay 11-13 dikatakan, 11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. 12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. 13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.” Isteri yang bijak akan berusaha berlaku baik pada suami dan juga melayani suami dengan baik, seperti menyambut ketika pulang bekerja. Dia juga masih dapat mengungkapkan keberatan pada suami dengan cara baik (12), mandiri dan dapat berinisiatif (13).
Bertanggung jawab atas keluarga (15)Dalam ay 15 dikatakan, “Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan”. Wanita bijak menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak, tidak menyerahkan tanggung jawab ini kepada pembantu tapi dilakukan sendiri sebagai istri yang baik, jika harus menyerahkan tanggung jawab pada pembantu harus dengan batasan-batasan yang jelas. Jangan sampai karena seorang wanita yang bekerja menyebabkan malas melayani suami. Seorang wanita bijak harus menguasai seni memasak. 
Menjadi istri yang cekatan, memperhatikan peluang-peluang yang ada untuk membantu perekonomian keluarga (16-18,24).
Jangan sekali-kali pergi belanja ketika anda sedang lapar, karena anda akan meraup sesuatu yang tidak anda butuhkan. Banyak perempuan anak-anak Tuhan masih jatuh dalam hal ini. Suka beli sepatu padahal masih banyak sepatunya dirumah dan semua bermerk. Pernahkah kita membeli barang tetapi sampai di rumah kita menyesal membelinya? Dalam Luk 14:28 dikatakan “Sebab siapakah diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulumembuat anggaran biayanya…”. Wanita lajang yang selalu “lapar mata” akan jadi bendahara yang buruk setelah menikah, semua hal harus di perhitungkan, termasuk biaya rencana pernikahan, tabungan atau investasi. Jika kita mau menikah tahun depan, kita harus melihat sudah berapa tabungan kita. Ingat, kita harus memiliki tabungan. Mari memperhitungkan segala sesuatunya. Perhitungkan juga segala sesuatu tentang investasi. Semua investasi dan semua modal usaha harus diperhitungkan masak-masak.
Bertanggung jawab terhadap anak-anak (17, 22,25,26,27-28)
Seorang wanita yang bijak haruslah seorang wanita yang kuat. Semua hal yang berkaitan dengan keperluan anak-anak dipersiapkannya dengan baik, mengajar anak tentang prinsip-prinsip kebenaran dan hikmat (26) dengan lemah lembut mendidik, menegur dan mengajarkan disiplin, dan “ia tertawa tentang hari depan”, wanita bijak mempersiapkan keperluan anak-anak dimasa depan dengan baik.
Terus belajar mengatur waktu, kerja dan tanggung jawab (21,22,27)Seorang wanita bijak melakukan manajemen waktu yang baik, untuk mengatur keperluan-keperluan keluarga (21,22) yang dapat menjaga seluruh keluarga tetap sehat, nyaman, bahkan ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya (mengatur dan membersihkan rumah, menjadikan rumah asri). Rumah itu juga adalah ciri dari penghuninya.
Menjaga nama baik suami(23,25,20)Istri yang bijak akan membuat suami dikenal dan dihormati yang ditunjukkan dari penampilannya (“pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan”). Pria senang melihat wanita lain yang dalam berpakaian menunjukkan seluruh daya tariknya tetapi mereka tidak suka kalau pasangan mereka seperti itu. Penampilan yang baik memang penting tetapi dituntut juga hidup yang santun, menolong dan menghibur yang tertindas, menolong orang-orang miskin (dan tetap berhikmat untuk menentukan siapa yang perlu dibantu).Wanita yang bijak, sadar akan tanggungjawabnya sebagai istri, ia akan dikasihi oleh anak-anaknya (28a), suaminya juga akan memperhatikan kerajinannya dan berbahagia memiliki istri yang cakap (28b n 29), dan pada akhirnya kecakapan istri akan mendapat pujian dari lingkungannya bahkan oleh keluarga sendiri yang mengasihinya (31). Isteri yang dipuji-puji itu akan menjadi berkat bagi lingkungan. Karakter wanita bijak hanya bisa dimiliki oleh seorang istri yang takut akan Tuhan (30b), teruslah menjadi wanita berprinsip  yang terbaik dan disebut wanita yang berbahagia.Solideo Gloria!Wanita
dikutip dari Artikel Bahan PA Mimbar Bina Alumni Perkantas




Senin, 26 Mei 2014

HIDUP ini adalah sebuah BUKU CERITA


HIDUP ini adalah sebuah BUKU CERITA


HIDUP ini adalah sebuah BUKU CERITA dimana Penulis menuliskan sebuah kisah tentang kita adalah tokohnya.
 









BILA KURENUNGKAN KASIH TUHAN
Yang t`lah menyelamatkan diriku
Walau salib berat ditanggungNya
Apa balasanku padaNya
S`perti Kristus mengasihi daku
Ku mau mengasihiNya selalu
Membawa Injil keselamatan
Sampai Tuhan datang kembali

O bukan pada harta yang fana
Sukacita itu bertumpu
Tapi sungguh takkan percuma
Bila melayani Tuhanku

Meski tantangan datang menimpa
Dan salib dunia menindih
Semua kan ringan terasa
Bila kuingat kasih suci
Bagai sungai yang jernih dan sejuk
Turun dari gunung yang tinggi
Begitu kiranya daku menjadi
Pelayan kasihMu ya Tuhan

Senin, 02 September 2013

A.A.D.A (Ada Apa Dengan Alya)

TIT…TIT…TIT…!!! TIT…TIT…TIT…!!!



Jam weker udah nunjukin pukul 04.00, waktu bangun Alya yang udah disetelnya tiap malam karena Alya harus menempuh jarak yang sangat jauh dari rumah menuju sekolahnya. Tiap hari, Alya memang harus bangun pagi-pagi buta dan langsung mengerjakan rutinitasnya ini sendiri karena hanya doi seorang, cewek penghuni rumah itu. Rumah itu hanya dihuni oleh 3 orang, yaitu Alya, Alex laki-laki dan ayahnya. Ibu dan adiknya perempuan (Lastri) tidak tinggal bersama mereka, tapi tinggal di rumah Kakek (orangtua dari Ibu Alya) karena suatu hal yang terpaksa harus dilakukan. Disana, Ibu Alya dan Lastri menjaga warung mendiang nenek Alya. Sedangkan kakaknya Alya (Anna), tinggal nge-kost di luar kota untuk melanjutkan kuliahnya.

”Duch, berisik banget sich...!!!, seru Alya sambil mematikan weker kesayangannya yang sedari tadi membangunkan Alya . Hampir tiap hari Alya tak menghiraukan jam wekernya berbunyi, padahal tiap malam doi bertekad untuk bangun pagi.

”Alya...bangun, Al...!!! Udah jam 06.00 loh!!!”, teriak Ayah, membangunkan anaknya dari balik pintu kamar Alya sambil mengetuk sekuat mungkin supaya Alya terbangun karena Alya terkadang susah sekali dibangunin.

“Ehmmm…mmm…ada apaan sih, Pa??? Pagi-pagi dah teriak..ganggu orang tidur aja...Alya kan masih ngantuk banget!!!”, ucap Alya sambil membuka pintu kamarnya dengan mata setengah terbuka.

”Tapi ini kan sudah jam 06.00!!! Memangnya kamu libur hari ini??? Atau sudah tidak niat sekolah lagi...???!!”, bentak Ayah melihat Alya yang sepertinya tak peduli akan pentingnya Bangun Pagi.

”APAAA...!!!”, Alya melirik jam dindingnya yang sudah menunjukkan pukul 06.15.


”Ya ampun, Papa....kok `gak bangunin Alya dari tadi sih...???”, oceh Alya sambil mengambil baju seragamnya dan menarik handuk ke kamar mandi.

”Kamunya aja yang BUDEK...jam weker kamu juga udah bangunin kamu kan...!! Apalagi Papa...dari tadi tuh udah teriak2 bangunin kamu, makanya jangan begadang mulu tiap malam..!!, bentak Ayahnya sambil memperhatikan tingkah anaknya Ayam berlarian karena takut hujan.

”Pa, Alya berangkat dulu, ya...!!”, Alya permisi ama Papanya sambil berlari pontang-panting tanpa memperhatikan penampilannya karena `gak sempat lagi untuk berdandan ria. (Memang kadang Alya suka dandan yang beda dari teman-temannya, `gak terlalu feminim sich, tapi doi selalu berpenampilan rapi, pokoknya enak diliat dech...`en sekarang, karena `gak sempet dandan, ya..doi jadi tampil apa adanya. Tapi, ngomong-ngomong...tanpa Alya sadari, ternyata ada orang yang selama ini sering memperhatikan doi dari kejauhan. Kira2 siapa ya orang itu??????)
Jam sudah menunjukkan 06.45, tapi Alya belum juga dapet angkot karena angkot yang ditemuinya udah pada penuh ama anak sekolah lainnya. Padahal `gak biasanya doi berangkar siang banget loh, meskipun terkadang bangun kesiangan, tapi biasanya doi langsung dapet angkot. Jadi, nyampe di sekolah pas banget dech ama bunyi bel masuk sekolah. Tapi kali ini, sepertinya hari ini hari sial Alya...



* * *

Ini yang ketiga kalinya Alya terlambat masuk sekolah `en ini yang paling parah... karena Alya udah ngelewatin 2 les mata pelajaran. Gile banget khan..!! padahal doi masih tergolong siswa baru loh tapi udah berani datang telat. (Dasar Alya...alya...). Tapi untungnya Alya termasuk siswa yang disenangi banyak guru, karena selain pintar, doi juga ramah `en sopan ama semua orang. Jadi, `gak heran dech kalo banyak temen, guru, bahkan sampai penjaga sekolah pun baik banget ama Alya. Makanya Alya seneng banget sekolah disitu meskipun letaknya jauuuuuhh buanget dari rumahnya, sampe 3 kali naek angkot bo!! (Perjuangan banget khan!!??). Jadi, doi hanya diberi hukuman ngutip sampah di lapangan, padahal pagi-pagi kan sampah di lapangan masih dikit banget, doi dengan senang hati dech ngutipnya.
Sepulang sekolah, kebiasaan Alya `en temen-temennya, dandan dulu ala kadarnya sebelum keluar kelas. Yah...sekedar sisiran `en merapikan seragam mereka. Kelompok temen Alya ini kadang emang rada aneh, pulang sekolah aja pake acara berdandan `en rapi2 segala. Kata Alya, biar keliatan banget gitu nilai kerapihan mereka sekalian bisa ngelirik CoKer ”Cowok Keren” (iih..genit `en centil-centil banget yach...), padahal sebenarnya Alya `gak terlalu tertarik ama cowok (bukan maksudnya doi LESBI, loh!!!) doi Cuma sok2 bergenit ria aja ama temen2nya karena di pikiran Alya `gak pernah terlintas untuk mencari pacar apalagi dengan cara TePe2 (kata orang sich ”Tebar Pesona”) ama cowok2 (wuihh..bukan Alya banget dech), makanya tiap kali doi jalan ama temen-temennya, doi yang paling banyak diem, yah...palingan Cuma ketawa kalo ngeliat tingkah temen-temennya yang TePe2 ama cowok ato malah kadang ada yang jadi salah tingkah gitu...ha...haa...gokil banget dech!!

Sesampainya di rumah, Alya makan truz ngeberesin rumahnya yang `gak pernah rapi kalo udah ditinggali ama Alya, karena ayah dan Alex `gak pernah peduli akan kerapihan rumah. Dan akhirnya, tiap pulang sekolah, Alya harus membereskan semuanya. Setelah semua beres, doi pun bersantai ria di kamarnya sambil dengerin radio. Tapi itu `gak berlangsung lama karena lama-kelamaan doi mulai ngerasa bosan, habis lagunya JaDul (Jaman Dulu) banget. Akhirnya doi pergi duduk2 di teras rumah, ngeliatin anak2 tetangga yang juga temennya Alex. Temen2nya Alex juga menghargai Alya loh...karena Alya terkenal baik `en ramah (cieeee..enak dunk disegani banyak orang...). gak lama setelah Alya duduk2, temen Alex ngajak doi maen catur, doi pun nerima tantangan temen Alex itu. Alya memang bisa bermain catur, tapi `gak terlalu paham banget, itupun karena doi sering merhatiin Alex `en temen2nya maen catur di teras yang memang hampir tiap hari permainan catur itu dimainkan.

”Awas, Kak! Ntar kuda kakak dimakan tuch...”, seru anto, salah satu temen Alex yang sedari tadi nonton mereka maen catur. ”Oh, iya ya....kalo gitu kakak makan castlenya aja dech...!!!, seru Alya, (maksudnya bukan dimakan beneran loh...tapi dimakan dalam istilah permainan). Dengan tampang serius banget Alya memandang ke papan catur, truz `gak tau kenapa mata doi `gak sengaja memandang ke arah lain, truz ada cowok yang nelambaikan tangannya ke arah Alya. ”Ih...sok kenal banget sich tuh cowok...!!!!”, bisik Alya dalam hati. Tapi, Alya juga `gak mau kalah sok-nya, doi pun membalas lambaian tangan sambil senyum ke cowok itu, trus ketawa cekikikan dech dalam hati ngeliat tingkah laku cowok itu yang langsung bilang ke temen2nya lalu kembali menoleh ke arah Alya diikuti teman segerombolannya. Alya yang ngeliat dari jarak yang lumayan jauh itu pun langsung berhenti tersenyum `en pura-pura `gak ngeliat cowok SKSD `en temen2nya itu.

”Ha....haa...haa...kacian dech loe, gue kerjain, emang enak. Makanya jadi cowok jangak sok kenal banget dech ama gue, pake acara lambaian tangan lagi...ihhh....!!!”, ucap Alya dalam hatinya sambil tersenyum geli.




* * *



Menjelang sore, Alya pun pergi belanja untuk memasak menu makan malam. Seusai masak, doi memanggil Alex yang sedari tadi siang main mulu `en ampe sekarang belum juga pulang ke rumah untuk mandi. Sementara Alex mandi, doi masuk kamar untuk belajar sambil dengerin radio (udah kebiasaan doi tuh...). setelah Alex selesai mandi, Alya pun pergi mandi. Begitulah keseharian doi mengurus adiknya `en segala pekerjaan rumah. Tapi meskipun begitu, prestasi doi di sekolah `gak turun, malah doi masuk dalam peringkat 3 besar loh...!!

Jam dinding udah nunjukin jam 6 sore. Alya bingung mo ngapain lagi. Rumah udah beres...belajar juga udah doi lakuin...Akhirnya, doi mutusin buat duduk2 santai aja di teras rumah sambil ngeliatin orang lalu lalang. Lumayan juga...sekalian cuci mata, ngeliatain cewek or cowok yang keren2. he...hee...hee... (Dasar Alya...pasti lagi eror nich otaknya...`gak Alya banget dech kayaknya...). lumayan lama doi bengong ngeliatin orang lalu lalang, sampe2 leher doi hampir aja keseleo, gimana `gak keseleo wong kepala doi ke kanan ke kiri mulu ngeliatin orang yang lalu lalang itu...udah kayak orang ngedugem gitu dech. Waktu doi mau masuk rumah `coz leher doi dah pegel, tiba2 doi ngeliat cowok SKSD yang tadi siang, datang mendekat bareng temennya. Mereka berdua `gak datang ke depan rumah Alya tapi ke rumah tetangga Alya yang di depannya ada pohon besar. Samar2 Alya ngeliat kedua cowok itu datang mendekati rumah itu `en yang bikin doi kaget lagi, mata kedua cowok itu ngeliat ke arah Alya truz cowok SKSD itu ngelambai-in tangan ke arah bawah bermaksud supaya Alya nyamperin mereka berdua di rumah itu. Dengan tatapan bingung, doi pun nunjuk dirinya sendiri untuk memastikan, apa bener doi yang mereka panggil, `en ternyata mereka nganggukin kepala. Doi pun datang mendekat dengan tampang orang bego `coz doi `gak tau kenapa doi dipanggil.

”Boleh kenalan `gak???”, tanya cowok SKSD sambil senyum melirik ke teman cowok disampingnya.
”Oooh..mo kenalan toh???, pikir doi dalam hati.
”Boleh!”
”Alya!!”, Alya menyebutkan nama ke cowok SKSD itu.
”Alya..??! Ehmm..nama yang bagus yach...Nama gue Ardi...`en ini temen gue...!
”Fransiskus. Panggil aja Frans!”, seru Frans memperkenalkan diri sambil memperlihatkan senyumannya yang termanis.
Alya aja ampe tercengang ngeliatnya...tapi cepat2 doi alihkan pandangannya supaya `gak tersepona (eh,terpesona) ama pandangan `en senyuman maut cowok maniz itu.
”Loe kelasberapa?”, tanya Ardi memulai percakapan mereka.
”Kelas 3 SMA.”, jawab Alya singkat.
”oh...sama donk...lahir tahun berapa? Udah punya pacar belom??? (bla...bla...bla...)”, tanya Ardi kayak wartawan dengan basa-basi yang ngegombal banget.

`Gak lama setelah perkenalan itu...tiba2 muncul sosok pria lain yang ternyata adik dari yang punya rumah. Semua terdiam. Pria itu masuk ke rumah sambil tersenyum ama mereka bertiga dan kembali keluar buat ikut nimbrung ama mereka yang memang belum saling kenal. Terjadi lagi perkenalan nich.. Obrolan mereka berempat pun berlangsung lumayan lama, ampe akhirnya Ardi (si cowok SKSD itu) `en temennya pamitan pulang `coz mereka belum pada ganti seragam. Sebelumnya mereka berdua itu baru aja pulang dari latihan band truz langsung nyamperin Alya buat kenalan.

”Lain kali boleh maen kesini lagi, kan!??”, seru Ardi sambil berjalan pulang. Alya pun mengangguk.




* * *





Hari2 pun terus berlalu. Udah 3 hari Alya `gak bertemu Ardi `en Frans. Bagi Alya sich `gak masalah karena waktu itu mereka kan hanya sekedar kenalan. Jadi, `gak harus ketemu tiap hari kan. Alya sepertinya kesepian, padahal hari ini kan malam minggu...yach udah nasib orang jomblo donk sendirian di malam minggu, doi hanya bisa duduk termenung seperti biasanya ngeliatin orang lalu lalang di teras rumah. Lagi asik-asiknya doi bengong..., tiba2 tanpa doi sangka, muncul Ardi dari arah sebelah kiri rumah doi truz manggil Alya untuk duduk di depan rumah dimana Alya kenalan ama Ardi pertama kali.
”Ada apa, Di?!’, tanya Alya, pura2 `gak tau maksud kedatangan Ardi untuk PDKT ama doi.
”Enggak...Cuma mo maen `en ngobrol2 ama elo aja. `Gak boleh yach???!!, ucap Ardi santai.
“Boleh kok, emang siap yang ngelarang....cuek aja lagi...”, canda Alya seraya mengganti gaya bicaranya supaya si cowok tambah Ge-eR.
Mereka pun ngobrol asik hingga pembicaraan pun terhenti sejenak `coz tiba2 Ardi ngajak doi besok buat jalan2 di daerah sekitar itu karena Alya kan emang `gak terlalu mengenal daerah itu makanya Ardi berani ngajak doi (padahal Alya `gak dibolehin ama bokapnya pergi jauh2). Tapi, doi akhirnya nerima ajakan Ardi dengan maksud mendapat banyak kenalan `en selain itu supaya doi tahu daerah sekitar rumahnya itu. Maklumlah, doi emang jarang keluar rumah kecuali buat belanja `en pergi ke sekolah. `Coz Alya selalu `gak sempat, pulang sekolah aja sore, makanya `gak banyak remaja2 sekitar rumah yang doi kenal. Jadi, kalo udah di rumah, doi hanya bisa berdiam diri di kamar, dengerin radio or duduk2 di teras ngeliatin Alex `en temen2nya maen catur. Padahal tanpa doi sadari, Alya sering diperhatiin ama remaja sekitar rumahnya juga loh...malah kadang jadi bahan pembicaraan. Alya emang punya sisi seorang cewek pemalu, tapi sebenarnya doi orang yang asik `en ramah, makanya para remaja mengira doi itu adalah sosok cewek yang sombong `coz `gak pernah mau bergaul ama orang2 sekitarnya padahal karna Alyanya sendiri yang pemalu. Doi `gak berani nyapa orang yang belum doi kenal duluan sebelum orang itu nyapa doi duluan `coz Alya takut dibilang SKSD.
Minggu siang tiba, Alya pun bersiap2 diri. Tapi si Ardi yang ditunggu2nya `gak kunjung datang ampe doi ngerasa capek `en lelah menunggu `coz menunggu itu benar2 membuatnya cepat jenuh `en capek.
10 menit kemudian Ardi datang, tapi Ardi `gak datang ke rumah Alya untuk ngetok pintu, tapi malah duduk di depan rumah tempat mereka kenalan. (Uuh, dasar cowok...`gak gentle banget sich loe). Nih cowok emang aneh kali yach, masa datang bukannya ke rumah Alya truz manggil Alya, malah ke rumah sebelahnya padahal pintu Alya terbuka loh . Akhirnya, waktu Alex keluar, `gak sengaja ngeliar Ardi duduk menunggu, Alex langsung pergi membangunkan kakaknya.
“Kak Alya, bangun Kak!!”
“Temen kakak yang malem2 itu dateng”, seru Alex dari balik pintu kamar Alya.
Dalam tidur, Alya juga mendengar suara Alex memanggilnya.
”Apaa?? Siapa?? Ehmm...!! Gue masih ngantuh banget nich!”, seri Alya dari dalam kamarnya.
”Tapi, kayaknya temen cowok kakak itu udah lama nunggu loh...”, teriak Alex lebih keras lagi.

Alya pun tersadar dari bangunnya. Doi kaget, itu coeok datang juga rupanya. Diam2 doi ngintip Ardi yang udah berpenampilan rapi nungguin Alya di rumah sebelah. Alya pun segera berlari merapikan diri `coz doi `gak mau keliatan seperti orang baru bangun tidur, truz doi mencuci mukanya kemudian sedikit bersolek ala kadarnya. Doi `gak terlalu suka berdandan yang berlebihan, toh ini juga Cuma jalan2 aja kan, pikirnya.

Alya pun bergegas keluar menghampiri Ardi yang mungkin udah karatan nunggu. (Ha...haa...salah dia sendiri kan `gak mau datang ngetok pintu rumah Alya)

”Udah lama nunggu, ya??!!”, tanya Alya sambil menghampiri Ardi.
”Yaa..lumayan. Ehmm...elo baru bangun tidu yach???”, tanya Ardi bingung ngeliat ada lipatan di mata Alya.
”He...hee..hee...iyaa...Habis gue udah lama banget nunggu elo sich, ampe gue ketiduran dech!!, ucap Alya malu dirinya ketauan baru bangun tidur padahal udah diusahain supaya `gak keliatan...
”Ya udah dech langsung aja, yuk!”, ajak Ardi yang disambut dengan anggukan Alya.

Mereka pun pergi `en sesampainya di rumah temen Ardi, Ardi ngenalin Alya ama semua temen-temennya yang kebetulan lagi ngumpul. ”Tapi, kok `gak ada Frans yach...???”, pikir Alya dalam hati.
Setelah beberapa lama ngobrol, Alya pun pamit pulang karna udah sore. Doi pun diantar pulang ama Ardi. Sesampainya di rumah, Alya langsung merebahkan diri di sofa n `gak lupa juga doi ngambil minum, kecapean banget sepertinya. Selanjutnya, seperti biasa doi ngelanjutin aktivitasnya.





* * *






Hari berganti hari, selalu doi lalui dengan ceria `coz Alya paling seneng menikmati hari2nya dengan canda tawa bareng temen2 sekolah. Makanya hari2 Alya `gak terasa berlalu begitu cepat. Ditambah lagi ada cowok yang `gak begitu menarik, naksir ama Alya `en temennya, Lena. Nama cowok itu Doni. Dia naksir Alya sejak Alya pindah ke sekolah itu, cowok itu langsung cari muka. Alya tau, kalo Doni suka ama doi `coz keliatan banget kalo Doni itu CaPer banget di depan Alya. Tapi, doi cuek aja `en tetap nganggep dia temen biasa. Sedangkan Lena, yang `gak kalah manis ama Alya, memanfaatkan Doni, karena Doni termasi orang ”berada” di sekolah itu. Jadi, setiap kali istirahat, Lena langsung ngedeketin Doni supaya mentraktir Lena makan. Alya yang tau siasat Lena ke Doni, hanya bisa diam `en ngegelengin kepala ngeliat tingkah temennya yang satu ini. Terkadang, doi `en Lena malah menjadikan Doni jadi bahan tertawaan ketika ngumpul bareng temen laen di kantin sekolah or di kelas.



* * *





Hari ini, Lastri datang berkunjung ke rumah. Alya seneng banget `coz doi jadi punya temen tidur, yah..paling `gak untuk 2 hari lamanya. Doi kepergok banget waktu Lastri nanya tentang cowok yang sering jalan ama Alya. ”Pasti Lastri tau dari Alex”, pikir Alya dalam hati. Akhirnya Alya pun ceritain semua, dari awal ampe akhir ama Lastri. Mereka pun tertawa bareng setelah ngedenger cerita Alya yang rada humoris supaya keliatan agak seru gitu dech. Truz, mereka pergi ke ruang tamu buat nonton bareng. Tapi, `gak lama kemudian ada suara dari luar yang bikin Alya `en Lastri sedikit kaget.

“Alyaa...!!”, seru Ardi dari luar.
Alya yang ngedenger suara itu pun segera keluar.
”Hey...ada apa..?? Mau kemana nich...rapi benerr????”, sapa Alya sedikit kebingungan sambil menoleh ke belakang Ardi yang ternyata adalah si Frans.

”Oh,..My God...Pangeran impian gue datengg...huh...aduh...manis banget lagii..”, ucap Alya dalam hati yang hampir aja melayang ngeliat si cowok manis itu. (Dasar Alya....`gak biasanya dech...wah... Ada Apa Dengan Alya????). Frans yang juga ngeliat doi dari kejauhan hanya langsung ngelempar senyuman mautnya ama Alya. Aduh, Alya kesem-sem banget ama senyuman Frans. Alya pun `gak mau kalah ama Frans, doi langsung ngeluarin senyuman termanisnya juga sambil memperlihatkan lesung pipitnya yang juga manis banget.
”Gak ada apa2 sich. Elo lagi ngapain?”, tanya Ardi.
”Enggak ngapa-ngapain... Cuma lagi nonton bareng adek gue!!”, jelas Alya sambil nunjuk adiknya yang lagi asik nonton.
”Adek loe???... Kenalin donk!!!”, canda Ardi.
“Oya, coleh...!! Lastriii...ada yang mo kenalan nich!!”, ucap Alya setengah berteriak.
“Lastri...”, ucap Lastri singkat memperkenalkan dirinya.
“Ardi...”. “Ehmm...Alya mo ikut nonton kita2 latihan `gak??
“Latihan??.. Dimana??..”
“Iya, deket kok.”
“Lama `gak?”
”Enggak kok cuman bentar aja...tuh Frans juga ikut...!!
”Iya, Al...ayo donk ikut...!!, sambung Frans sambil tersenyum manis di belakan Ardi. (Gilee, nih cowok kok manis banget sich senyumnya...Ehmm tapi, kok dia ikut ngotot banget yach pengen gue ikut, padahal gue kan `gak terlalu deket ama dia...).
”Ehmm...tunggu bentar yach...!!!”, kata Alya sambil melempar senyumannya ama semua temen Ardi termasuk Frans donk pastinya.
”Lastri, loe mo ikut gue ato di rumah aja nonton??”
“Emang loe mo kemana?”, tanya Lastri ngerutin keningnya sambil ngelirik ke luar.
“Ehm..itu tuh Ardi ngajak gue buat nonton mereka latihan Band mereka.!! Sebenarnya sich, gue ogah.., gue juga takut ntar diomelin Papa, tapi gue `gak enak ama mereka. Tapi, gue pengen juga sich nonton mereka latihan, gue penasaran aja ngeliat mereka latihan, ehmmm...pasti keren...”, khayal Alya cerita panjang lebar.
“Ya udah, jadi gimana?”, lanjut Lastri.
“Ya, gue juga bingung. Gue sich mau aja tapi elo mau `gak nemenin gue..?? (Dasar Alya..Plin Plan banget sich jadi orang!!).
“Gila loe, ntar kalo Papa datang, gimana?? Bisa gawat banget, kan. Lagian loe kan tahu kalo Papa tuh orangnya khawatiran banget. Ehmm..emang lama yach..??
”Gak tau! Ntar dulu yach, gue tanya bentar ama mereka!”
”Eh, Ardi..lama `gak ntar latihannya...??”
Ehmm..`gak dech kayaknya, napa? `gak bisa yach?”
”Bukan begitu, gue takut aja ntar bokap gue pulang, kagak ada orang di rumah.”, jelas Alya.
”`Gak lama kok, cuman bentar aja, ntar kita cepetin aja waktunya sekita 25 menit aja. Gimana?”, jelas Ardi diikuti anggukan Frans di belakangnya.
Ehmmm..tunggu bentar yach!”, ucap Alya sambil kembali ke dalam rumah.
”Jangan lama yach!”, seru Ardi. Alya cuma senyum aja.
”Lastri, `gak lama kok katanya...udah yuk kita ikut aja, lagian kayaknya Papa lama dech pulangnya! Soalnya, yaa...biasanya sich gitu...tapi...”, jelas Alya masih ragu ama keputusannya.”Ya udah dech...yuk siap-siap, loe juga siap-siap..!!”, ajak Lastri seraya menghibur. Alya hanya bisa nurut aja tapi dalam hati sich doi emang seneng banget sekaligus takuutt.....

”Ya udah, yuk cabut!”, ajak Alya. Mereka pun jalan ampe ke persimpangan jalan yang emang `gak jauh jaraknya dari rumah Alya. Tiba-tiba, di tengah jalan.....

”Gileee....mati dech guee..!!!!!”, ucap Alya kaget plus lesu menatap Lastri sambil megang erat tangan Lastri. Lastri pun menyambutnya sambil ketakutan plus kaget juga!!


(bersambung....)